☪ Visite Arabie
Masjid bersejarah · Madinah

Rumah Itban bin Malik

🏷 Jenis Masjid bersejarah
📍 Wilayah Madinah

RUMAH ITBAN BIN MALIK

Rumah seorang tunanetra yang memohon sebuah keajaiban.

Lelaki yang kehilangan penglihatan

Di Madinah ada seorang sahabat dari kaum Anshar bernama Itban bin Malik (رضي الله عنه). Ia berasal dari suku Khazraj, dari keluarga Bani Salim. Dan ia telah menjadi tunanetra.

Itban mengimami shalat kaumnya di sebuah masjid kecil setempat. Namun ketika musim hujan tiba, lembah (wadi) yang memisahkan rumahnya dari masjid dipenuhi air, dan lelaki tunanetra itu tidak bisa lagi pergi ke sana.

Itban merasa sedih. Ia mencintai shalat berjamaah. Ia mencintai kebersamaan dengan saudara-saudaranya. Ia pun memutuskan untuk menemui Nabi ﷺ.

Permohonan sang sahabat

Ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah! Penglihatanku telah hilang, dan aku mengimami shalat kaumku. Jika hujan turun, lembah antara aku dan mereka dipenuhi air. Aku ingin engkau datang, wahai Rasulullah, dan shalat di rumahku di suatu tempat yang dapat aku jadikan tempat shalat." (HR. Bukhari no. 425 · HR. Muslim no. 33)

Kunjungan Nabi ﷺ

Nabi ﷺ menyanggupinya. Keesokan harinya, beliau datang ke rumah Itban bersama Abu Bakar (رضي الله عنه). Di depan pintu, beliau meminta izin untuk masuk. Itban mempersilakannya. Nabi ﷺ masuk dan bertanya: "Di mana engkau ingin aku shalat di rumahmu?" Itban menunjuk suatu tempat. Rasulullah ﷺ pun shalat dua rakaat. (HR. Bukhari no. 425)

Nasihat yang disampaikan Nabi ﷺ setelahnya

Seusai shalat, para sahabat dari kampung itu datang menyalami Nabi ﷺ. Pembicaraan beralih kepada seseorang bernama Malik bin ad-Dukhsyum, yang diduga munafik. Seseorang berkata: "Dia itu munafik."

Nabi ﷺ menjawab dengan sabda yang luar biasa kuatnya: "Jangan berkata begitu. Tidakkah engkau melihat ia mengucapkan 'Laa ilaaha illallaah' dengan mengharap wajah Allah? Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi siapa saja yang mengucapkan 'Laa ilaaha illallaah' dengan mengharap wajah Allah." (HR. Bukhari no. 425 · HR. Muslim no. 33)

Ini adalah salah satu hadis terpenting dalam Islam tentang akidah keselamatan melalui keikhlasan syahadat.

Pelajaran dari rumah ini

1. Kasih sayang Nabi ﷺ kepada penyandang disabilitas
2. Keberkahan suatu tempat melalui shalat Nabi
3. Makna shalat berjamaah dalam Islam
4. Keikhlasan dalam syahadat

🧭 Situs terdekat di rute

MED-19
Sumur Bersejarah Kuno (Jalan Quba–Jumu'ah)
MED-20
Sumur di Jalur Nabi ﷺ
MED-21
Masjid Al-Jumu'ah (Masjid Jumat)
MED-23
Sumur Al-Ghars
MED-24
Sumur Salman Al-Farisi
MED-25
Kebun Kurma Salman Al-Farisi