SUMUR CINCIN (BI'R AL-KHATAM / BI'R ARIS)
Sumur yang menelan cincin stempel Nabi ﷺ.
Stempel Nabi yang hilang selamanya
Di dekat Masjid Quba, ada sebuah sumur kuno dengan nama yang unik: Bi'r al-Khatam — "Sumur Cincin". Disebut juga Bi'r Aris, sesuai nama pemiliknya dahulu.
Mengapa nama ini? Karena di kedalamannya yang gelap, cincin stempel Nabi ﷺ tersimpan untuk selamanya.
Kisah yang sahih
Anas bin Malik (رضي الله عنه) meriwayatkan: "Nabi ﷺ memiliki cincin perak yang ukirannya bertuliskan 'Muhammad Rasulullah'. Sepeninggal Nabi ﷺ, Abu Bakar memakainya. Kemudian Umar. Kemudian Utsman. Dan pada masa Utsman, cincin itu jatuh ke dalam sumur Aris." (HR. Bukhari no. 5866)
Utsman bin Affan (رضي الله عنه), yang saat itu menjabat khalifah, mencari cincin itu selama tiga hari. Ia memerintahkan agar sumur dikuras. Ia memerintahkan agar lumpurnya digeledah. Tidak ada hasil. Cincin stempel Rasulullah ﷺ — yang dipakai untuk menyegel surat-surat kepada para kaisar dan raja — hilang untuk selamanya.
Sebuah pertanda
Para sejarawan klasik melihat peristiwa ini sebagai pertanda: hilangnya cincin itu mendahului kekacauan yang berujung pada terbunuhnya Utsman (رضي الله عنه) beberapa tahun kemudian, dan awal fitnah besar pertama dalam Islam.
Seakan-akan hilangnya simbol otoritas kenabian yang menyatukan ini menjadi isyarat perpecahan politik yang akan datang.