SUMUR SALMAN AL-FARISI
Sumur orang Persia yang dimerdekakan.
Kisah Salman (رضي الله عنه)
Salman al-Farisi (رضي الله عنه) — orang Persia — adalah salah satu sahabat paling luar biasa dalam Islam. Ia datang dari Persia untuk mencari kebenaran, lalu diperbudak, dijual di Madinah, dibeli oleh seorang Yahudi, kemudian dimerdekakan oleh Nabi ﷺ sendiri.
Bagaimana caranya? Nabi ﷺ dan para sahabat menebus kemerdekaannya melalui perjanjian dengan tuannya. Perjanjian itu mensyaratkan: 300 bibit pohon kurma yang ditanam hingga berbuah, dan 40 uqiyah emas. Nabi ﷺ sendiri yang menanam pohon-pohon kurma itu. Dan emas itu ditemukan secara ajaib. (Musnad Ahmad · Ibnu Hisyam)
Sumurnya
Setelah merdeka, Salman menetap di kawasan kebun kurma di selatan Madinah. Ada sebuah sumur yang kemudian dinamai dengan namanya — entah karena ia sendiri yang menggalinya, atau karena ia pernah bekerja di sana semasa menjadi budak.
Sumur ini tetap ada untuk mengenang sahabat yang luar biasa ini. Nabi ﷺ bersabda tentangnya: "Salman termasuk keluargaku (Ahlul Bait)." (Mu'jam ath-Thabrani — sanad hasan)
Salman, sang jenius Khandaq
Salman jugalah yang mengusulkan strategi parit dalam Perang Khandaq (tahun 5 H). Strategi Persia yang belum pernah dikenal di Arabia. Strategi yang menyelamatkan Madinah.
Ketika kaum Muhajirin dan Anshar berselisih tentang Salman termasuk golongan siapa, Nabi ﷺ memutuskan: "Salman termasuk golongan kami, Ahlul Bait." (Ath-Thabrani)