☪ Visite Arabie
Masjid utama · Madinah

Masjid Nabawi ﷺ (Al-Masjid An-Nabawi)

🏷 Jenis Masjid utama
📍 Wilayah Madinah

MASJID NABAWI ﷺ (AL-MASJID AN-NABAWI)

Al-Masjid an-Nabawi · Kubah Hijau.

Jantung Islam yang berdenyut

Di muka bumi ini ada tiga masjid yang diizinkan Nabi ﷺ untuk dituju dalam perjalanan. Satu di Makkah, mengelilingi Ka'bah. Satu di Yerusalem, Al-Aqsha. Dan satu di sini, di Madinah. Masjid beliau. Kediaman beliau. Makam beliau.

Saat Anda mendekati Kubah Hijau dan melihat kubah berusia berabad-abad itu muncul di atas pepohonan kurma, ada sesuatu yang menyesak di dada Anda. Anda tahu bahwa di balik kubah itu Rasulullah ﷺ beristirahat. Bersama dua sahabatnya yang paling setia: Abu Bakar dan Umar (رضي الله عنهما). Tiga orang berdampingan, menanti hari kebangkitan.

Inilah satu-satunya tempat di dunia di mana seseorang dapat menyampaikan salam kepada Nabi ﷺ dengan keyakinan — berdasarkan sabda beliau sendiri — bahwa beliau mendengarnya.

Lahirnya sebuah masjid

Hari Senin di bulan Rabi'ul Awwal tahun 1 Hijriah. Nabi ﷺ baru saja tiba di Madinah. Untanya, Al-Qashwa, dibiarkan bebas tanpa tali kekang, berjalan menyusuri lorong-lorong. Akhirnya unta itu berhenti di sebidang tanah milik dua anak yatim dari Bani Najjar — Sahl dan Suhail bin 'Amr. Nabi ﷺ membeli tanah itu dengan harga yang adil.

Para sahabat membangun. Nabi ﷺ ikut mengangkut bata bersama mereka. Atapnya dari batang pohon kurma, lantainya dari tanah yang dipadatkan. Tanpa marmer. Tanpa emas. Hanya kesederhanaan seorang Nabi.

Di sinilah Nabi ﷺ akan shalat selama sepuluh tahun. Di sinilah beliau akan mengajar. Mengadili. Menangis. Tertawa. Di sinilah, di sebuah kamar yang bersebelahan — kamar ibunda kita 'Aisyah (رضي الله عنها) — beliau akan mengembuskan napas terakhirnya.

Hadis-hadis sahih

"Satu shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram di Makkah." (HR. Bukhari no. 1190)

"Tidaklah perjalanan (ibadah) dilakukan kecuali menuju tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjid Al-Aqsha." (HR. Bukhari no. 1189)

"Di antara rumahku dan mimbarku terdapat sebuah taman dari taman-taman surga (Ar-Raudhah)." (HR. Bukhari no. 1195)

"Barang siapa mengucapkan salam kepadaku, Allah mengembalikan ruhku kepadaku hingga aku menjawab salamnya." (HR. Abu Dawud no. 2041)

Ar-Raudhah — Taman surga

Di antara kamar tempat Nabi ﷺ dimakamkan dan bekas letak mimbar beliau, terdapat area berukuran sekitar 22 meter kali 15 meter. Tanah inilah taman surga di muka bumi. Saat Anda shalat di sana, Anda shalat di sepetak surga yang dihadirkan di bumi ini.

Kubah Hijau

Kubah hijau yang menaungi kamar makam berasal dari masa Mamluk (1297). Warna hijaunya ditambahkan kemudian, pada masa Sultan Utsmaniyah Abdul Hamid II pada tahun 1837.

Di bawah kubah ini, di kamar asli 'Aisyah, tiga jasad beristirahat:

Sebuah makam keempat yang kosong menanti di sana, menurut riwayat, untuk 'Isa (Yesus) setelah kedatangannya yang kedua.

Informasi praktis

Kapasitas: 1,5 juta jemaah · Luas: 384.000 m² · Menara: 10 · Pintu: 41 · Buka 24 jam · Koordinat: 24.4672° LU, 39.6151° BT

🧭 Situs terdekat di rute

MED-32
Masjid Al-Ghamamah (Masjid Awan)
MED-33
Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq (pusat kota)
MED-34
Pasar Al-Manakhah
MED-36
Pemakaman Al-Baqi' (Jannatul Baqi')
MED-37
Masjid Ali bin Abi Thalib (pusat kota)
MED-38
Saqifah Bani Sa'idah