BI'R AL-HUJAIM & MASJID AL-'USHBAH
Sumur yang terlupakan dan masjid para muhajirin pertama — Quba, barat daya Madinah, di jalur hijrah yang diberkahi.
Air yang lebih tua dari Islam
Bahkan sebelum Nabi ﷺ lahir ke dunia, sumur ini sudah ada. Sumur ini milik klan Bani Jahjaba bin Kulfah, cabang dari suku Aus.
Namun yang membuat sumur ini istimewa adalah bahwa suatu hari, Rasulullah ﷺ berhenti di sini. Beliau membungkuk. Beliau meminum air ini.
Di manakah kita?
Kita berada di kawasan Al-'Ushbah, di sebelah barat Masjid Quba. Di sinilah, sebelum Nabi ﷺ tiba di Madinah, para muhajirin pertama dari Makkah meletakkan bekal mereka. Mereka yang telah meninggalkan Makkah untuk menyelamatkan diri dari penganiayaan.
Sumur: Bi'r al-Hujaim
Bi'r al-Hujaim adalah sumur arkeologis dari masa pra-Islam. Namanya diambil dari sebuah benteng kuno — sebuah utum — yang dahulu berdiri di dekatnya.
Menurut riwayat yang dinukil para sejarawan klasik: "Rasulullah ﷺ minum dari air sumur ini." Imam As-Samhudi menukil bahwa Ibnu Zabalah meriwayatkan dari Aflah bin Sa'd bahwa Nabi ﷺ pernah shalat di sana.
Masjid: Masjid Al-'Ushbah
Tepat di samping sumur berdiri Masjid Al-'Ushbah, yang juga disebut Masjid Al-Hujaim atau Masjid At-Taubah — "Masjid Tobat". Kata al-'ushbah berarti sekelompok orang yang saling setia. Nama ini mengingatkan pada para muhajirin pertama dari Makkah yang berkumpul di sini menanti kedatangan Nabi ﷺ.
Lewatnya rombongan Nabi
Ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, rombongan beliau melewati tepat di kawasan ini. Para muhajirin pertama, yang telah tinggal di sini selama berminggu-minggu, terus memandang cakrawala. Lalu tiba-tiba, tampak sosok Al-Qashwa yang membawa Rasulullah ﷺ. Seruan gembira. Anak-anak berlarian.
Nabi ﷺ berhenti. Beliau shalat di sini. Beliau minum di sini, dari sumur kuno ini. Dan hari ini Anda berdiri, empat belas abad kemudian, tepat di tempat yang sama.