JABAL 'AYR
Penjaga di selatan — Gunung yang menandai batas suci Madinah.
Sebuah siluet di tengah lanskap
Beberapa kilometer di selatan Masjid Nabawi ﷺ, tampak sebuah gugusan batu yang tegar dan gelap, seakan sedang mengawasi kota. Itulah Jabal 'Ayr.
Ini bukan gunung yang terkenal seperti Uhud. Ini bukan tempat orang datang untuk shalat. Namun tanpanya, Madinah tidak akan menjadi Madinah. Sebab gunung inilah, bersama gunung yang berhadapan dengannya di utara (Jabal Tsaur), yang menggambar batas-batas tak kasatmata dari sebuah wilayah yang dinyatakan suci oleh Nabi ﷺ sendiri.
Hadis tentang batas-batas suci
Nabi ﷺ bersabda: "Madinah adalah tanah haram, yaitu antara 'Ayr dan Tsaur. Barang siapa melakukan perbuatan bid'ah di dalamnya atau melindungi pelaku bid'ah, maka atasnya laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia." (HR. Bukhari no. 1867 · HR. Muslim no. 1370)
Hadis yang mengungkap kebenaran
Inilah hadis yang dilupakan kebanyakan orang. Nabi ﷺ bersabda: "Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya. Ia berada di salah satu pintu surga. Dan 'Ayr adalah gunung yang membenci kami dan kami membencinya. Ia berada di salah satu pintu neraka."
Itulah sebabnya orang tidak datang ke Jabal 'Ayr untuk shalat. Namun — di sinilah letak hikmahnya — Allah menghendaki gunung yang tak dicintai ini menjadi batas bagi wilayah yang paling dicintai setelah Makkah.
Aturan Tanah Haram Madinah
- Dilarang menebang pepohonan
- Dilarang berburu binatang buruan
- Dilarang melakukan segala bentuk bid'ah dalam agama
Catatan kejujuran
Banyak situs yang menampilkan Jabal 'Ayr sebagai tempat yang dimuliakan. Itu keliru. Hadis paling kuat tentangnya justru menyatakan sebaliknya. Nuansa inilah yang membuat tempat ini indah.