PRASASTI AL-QUR'AN DI BEBATUAN (UHUD)
Jejak sunyi para sahabat.
Sebuah batu, kata-kata, sebuah misteri
Di lereng Gunung Uhud, atau di sekitarnya, para pengunjung dan otoritas setempat menyebutkan adanya prasasti Arab kuno yang terukir di bebatuan, yang menurut tradisi dikaitkan dengan para sahabat Nabi ﷺ.
Ayat-ayat apa yang terukir
Prasasti yang dapat dikenali sering merujuk pada ayat tentang para syuhada: “Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” (QS. Ali 'Imran: 169)
Ayat ini, yang berkaitan langsung dengan Perang Uhud, adalah salah satu ayat yang paling wajar terukir di bebatuan tempat ini. Ayat ini diriwayatkan turun tidak lama setelah pertempuran tersebut, sebagai penghiburan bagi keluarga para syuhada.
Penjelasan jujur yang diperlukan
Yang terbukti:
- Prasasti kuno memang ada di bebatuan Uhud
- Paleografi Arab memungkinkan penanggalan sebagian ukiran hingga beberapa abad yang lalu
- Tradisi mengaitkannya dengan para sahabat berdasarkan kecintaan masyarakat yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun
- Tidak ada sumber klasik yang sahih yang memastikan sahabat tertentu mengukir ayat tertentu
- Sebagian prasasti mungkin berasal dari masa Umayyah, Abbasiyah, atau lebih baru
Yang tidak pasti:
Mengapa berkunjung
1. Prasasti-prasasti ini mencerminkan kecintaan kaum Muslimin kepada para syuhada selama empat belas abad
2. Ayat-ayat yang terukir adalah autentik — itulah firman Allah dalam Al-Qur'an
3. Prasasti-prasasti ini mengajak untuk merenung — bebatuan ini telah menyaksikan Nabi ﷺ terluka, Hamzah gugur, para sahabat wafat berpuluh-puluh