☪ Visite Arabie
Situs pertempuran · Madinah

Benteng Ka'b bin al-Asyraf

🏷 Jenis Situs pertempuran
📍 Wilayah Madinah

BENTENG KA'B BIN AL-ASYRAF

Penyair yang menantang Nabi ﷺ.

Musuh yang tersembunyi

Tidak semua peperangan dalam Islam terjadi di medan Badar atau Uhud. Sebagian berlangsung dalam bayang-bayang, lewat kata-kata, lewat pengkhianatan. Dan salah satunya terjadi di benteng ini, di tenggara Madinah.

Ka'b bin al-Asyraf adalah seorang pemimpin Yahudi dari suku Bani Nadhir. Kaya. Berpengaruh. Dan penyair yang ditakuti. Namun yang terpenting, ia adalah musuh bebuyutan Islam — musuh yang menggunakan senjata paling berbahaya pada zamannya: syair.

Kejahatan Ka'b

Setelah kemenangan kaum muslimin di Badar (tahun 2 Hijriah), Ka'b pergi ke Makkah untuk menghasut kaum Quraisy agar membalas dendam. Ia menggubah syair-syair untuk meratapi orang-orang Makkah yang tewas di Badar, serta syair-syair untuk menghina Nabi ﷺ dan mencemarkan nama baik para muslimah Madinah.

Pada masa itu, syair bukanlah hiburan. Syair adalah senjata perang.

Hadis yang sahih

Nabi ﷺ lalu bersabda: "Siapa yang akan menangani Ka'b bin al-Asyraf? Sesungguhnya ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari no. 4037 · HR. Muslim no. 1801)

Muhammad bin Maslamah (رضي الله عنه) berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah, apakah engkau ingin aku membunuhnya?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya."

Muhammad bin Maslamah lalu berkata: "Izinkan aku mengatakan apa yang diperlukan (untuk mendekatinya)." Nabi ﷺ mengizinkannya. Izin ini merupakan pengecualian syar'i yang terkenal — Nabi ﷺ membolehkan penyamaran taktis dalam rangka operasi perang yang sah terhadap musuh yang nyata.

Operasi itu

Muhammad bin Maslamah, bersama beberapa sahabat (di antaranya Abu Na'ilah — saudara sepersusuan Ka'b), mendatangi benteng Ka'b pada malam hari. Mereka berpura-pura datang untuk mengeluhkan Nabi ﷺ demi mendapatkan kepercayaannya. Ka'b pun turun. Pada saat yang tepat, para sahabat menyerangnya. Ka'b bin al-Asyraf terbunuh malam itu. (HR. Bukhari no. 4037)

Konteks hukum

Ka'b terikat perjanjian dengan kaum muslimin (Shahifah). Ia melanggar perjanjian itu dengan pencemaran nama baik dan hasutannya untuk berperang. Pelanggaran perjanjian mengubah orang yang dilindungi menjadi musuh yang nyata. Penindakan terarah terhadap musuh yang nyata di masa perang adalah sah.

Tipu daya dalam perang secara tegas dibolehkan: "Perang adalah tipu daya." (HR. Bukhari no. 3030 · HR. Muslim no. 1740)

Operasi ini adalah tindakan tegas pertama dari keadilan kenabian terhadap para perencana makar di dalam Madinah.

🧭 Situs terdekat di rute

MED-15
Masjid dan Benteng Bani Wafiq
MED-16
Masjid Asy-Syams (Masjid Matahari)
MED-17
Sumur Bi'r Al-Ihn (Al-Yusairah)
MED-19
Sumur Bersejarah Kuno (Jalan Quba–Jumu'ah)
MED-20
Sumur di Jalur Nabi ﷺ
MED-21
Masjid Al-Jumu'ah (Masjid Jumat)