☪ Visite Arabie
Pemakaman · La Mecque

Pemakaman Al-Syubaikah

📍 GPS 21.422428, 39.826079
🏷 Jenis Pemakaman
📍 Wilayah La Mecque

Di sinilah, beberapa meter dari Masjidil Haram, terletak salah satu pemakaman tertua di Makkah. Sebuah tempat yang sarat dengan sejarah yang begitu mengguncang hingga melintasi abad demi abad: Pemakaman Al-Syubaikah, yang juga disebut Maqbarah al-Ahlaf (Pemakaman Para Sekutu).
Pemakaman suku-suku sekutu
Al-Syubaikah adalah pemakaman bersejarah di bagian bawah Makkah, cerminan dari Al-Mu'alla yang menguasai dataran tinggi. Sementara Al-Mu'alla menampung makam Khadijah رضي الله عنها dan para leluhur Nabi ﷺ, Al-Syubaikah adalah tempat pemakaman lima suku besar sekutu Quraisy di Makkah pra-Islam:

Bani 'Abd ad-Dar bin Qushay
Bani Makhzum
Bani Sahm
Bani Jumah
Bani 'Adi bin Ka'b

📚 Ibnu Zhahirah · Al-Jami' Al-Lathif · Al-Fasi meriwayatkan dari Al-Fakihi
Suku-suku ini, yang sebagian anggotanya menjadi musuh paling sengit Nabi ﷺ sebelum akhirnya memeluk Islam (Khalid bin al-Walid berasal dari Bani Makhzum, Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه dari Bani 'Adi), kini beristirahat di bawah tanah suci ini.
Surah yang menyeru seluruh umat manusia
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui bahwa pemakaman ini terkait dengan salah satu bagian paling mengerikan dalam Al-Qur'an.
Di Arab pra-Islam, banyak suku mempraktikkan suatu perbuatan yang akan dihapuskan Islam untuk selama-lamanya: mengubur hidup-hidup bayi perempuan yang baru lahir.
Ketika seorang laki-laki mengetahui bahwa istrinya melahirkan anak perempuan, ia diliputi rasa malu. Al-Qur'an menggambarkannya dengan ketepatan yang membuat bergidik:

"Apabila seseorang dari mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah (sedih dan malu). Dia bersembunyi dari orang banyak karena kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruk (putusan) yang mereka tetapkan itu!"

📚 QS 16:58-59 (Surah An-Nahl)
Dan pada Hari Kiamat, Allah sendiri yang akan membela anak-anak ini:

"Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apa dia dibunuh?"

📚 QS 81:8-9 (Surah At-Takwir)
Tempat dihapusnya aib
Menurut beberapa tradisi sejarah, Al-Syubaikah adalah salah satu tempat di mana anak-anak perempuan yang tak berdosa itu dikubur hidup-hidup pada masa Jahiliyah (zaman kebodohan pra-Islam).
Hari ini, ketika melewati pemakaman ini, para peziarah mengingat bahwa setiap batu, setiap genggam tanah, menyimpan kenangan akan anak-anak tak berdosa yang dibunuh oleh ayah mereka sendiri atas nama rasa malu yang palsu.
📚 Tradisi Makkah · Al-Fakihi · As-Samhudi
Justru untuk mengakhiri kengerian inilah Islam mengangkat perempuan ke derajat yang layak baginya. Nabi ﷺ bersabda:

"Siapa yang mengasuh dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka aku dan dia akan datang pada Hari Kiamat seperti ini."

Dan beliau merapatkan kedua jarinya.
📚 HR. Muslim no. 2631

"Siapa yang memiliki anak perempuan lalu tidak menguburnya hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengutamakan anak laki-lakinya atas dirinya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga."

📚 HR. Abu Dawud no. 5146
Sumayyah binti Khabbat رضي الله عنها — Syahidah pertama
Menurut sebuah riwayat, pemakaman ini juga diyakini menampung makam seorang perempuan yang namanya patut disebut dengan penuh hormat oleh setiap Muslim: Sumayyah binti Khabbat رضي الله عنها, syahidah pertama dalam Islam.
⚠️ Catatan: Identifikasi ini diriwayatkan oleh beberapa tradisi setempat, tetapi tidak dikonfirmasi oleh sumber-sumber kanonik (Bukhari, Muslim). Beberapa ulama menyebutkannya, tetapi lokasi pasti makamnya masih belum pasti.
Sumayyah adalah seorang budak milik Abu Hudzaifah bin al-Mughirah, menikah dengan seorang laki-laki Yaman bernama Yasir. Ia adalah ibu dari 'Ammar bin Yasir رضي الله عنه, salah satu sahabat yang paling dicintai Nabi ﷺ.
Ketika Nabi ﷺ mulai mendakwahkan Islam, seluruh keluarga Yasir — Sumayyah, suaminya Yasir, dan putra mereka 'Ammar — memeluk agama baru itu di antara orang-orang yang paling awal.
Namun karena mereka adalah budak, mereka tidak memiliki perlindungan suku sama sekali. Abu Jahal, musuh bebuyutan Nabi ﷺ dan pemimpin klan Bani Makhzum (tempat mereka bernaung), menyiksa mereka dengan kekejaman yang tidak manusiawi.
📚 Ibnu Hisyam · As-Sirah · Thabaqat Ibnu Sa'd
Kesyahidan Sumayyah
Setiap hari, di bawah panas Makkah yang menyengat, Sumayyah, suaminya, dan putranya diseret ke padang pasir Al-Ramada. Tubuh mereka dibaringkan di atas pasir yang membakar, dan batu-batu yang dipanaskan diletakkan di atas dada mereka untuk memaksa mereka murtad.
Suatu hari, Nabi ﷺ lewat di depan mereka ketika mereka sedang disiksa. Dengan hati yang hancur, tidak mampu membebaskan mereka (beliau sendiri dianiaya), beliau mengucapkan kepada mereka kata-kata abadi ini:

"صَبْرًا آلَ يَاسِرٍ، فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ"

Shabran âla Yâsir, fa-inna maw'idakum al-Jannah

"Bersabarlah, wahai keluarga Yasir! Tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah surga."

📚 Mustadrak Al-Hakim no. 5666 · Sirah Ibnu Hisyam
Suami Sumayyah, Yasir, meninggal di bawah siksaan.
Adapun Sumayyah, ia tetap menolak mengingkari imannya. Abu Jahal, murka melihat perempuan tua ini melawan semua penyiksanya, mengambil sebatang tombak dan menikamnya di bagian kemaluannya dengan kekerasan yang biadab.
Sumayyah meninggal di tempat. Ia menjadi syahidah pertama dalam Islam, jiwa pertama yang naik kepada Allah demi agama ini. Darahnya, yang tertumpah di pasir Makkah, memeteraikan selamanya perjanjian antara umat ini dan Tuhannya.
📚 Ibnu Hisyam · As-Sirah · Thabaqat Ibnu Sa'd · Mustadrak Al-Hakim
Mukjizat sabda kenabian
Bertahun-tahun kemudian, putranya 'Ammar bin Yasir رضي الله عنه, yang telah menjadi sahabat besar, terbunuh dalam Perang Shiffin (37 H / 657 M), pada masa perang saudara di bawah 'Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.
Nabi ﷺ telah menubuatkannya puluhan tahun sebelumnya:

"'Ammar akan dibunuh oleh kelompok pembangkang."

📚 HR. Bukhari no. 447 · HR. Muslim no. 2915
Nubuat ini terpenuhi persis seperti yang disabdakan. 'Ammar, putra syahidah pertama, dirinya sendiri menjadi syahid — menyusul ibunya dalam janji Nabi ﷺ: "Tempat yang dijanjikan bagi kalian adalah surga."
Penataan pemakaman
Pemakaman ini dipagari tembok pada tahun 1274 H oleh Syaikh Ali al-Syahumi al-Maghribi, yang juga membangun di sana tempat pemandian jenazah (mughassil).
Pada era Saudi, pada tahun 1374 H, tembok itu direnovasi.
📚 Dokumen sejarah Makkah
Sumber utama

QS 16:58-59 (Surah An-Nahl)
QS 81:8-9 (Surah At-Takwir)
HR. Bukhari no. 447 (nubuat tentang 'Ammar)
HR. Muslim no. 2631 (keutamaan mengasuh dua anak perempuan)
HR. Muslim no. 2915 (nubuat 'Ammar)
HR. Abu Dawud no. 5146
Mustadrak Al-Hakim no. 5666 (sabda kepada keluarga Yasir)
As-Sirah An-Nabawiyyah (Ibnu Hisyam)
Thabaqat al-Kubra (Ibnu Sa'd)
Al-Jami' Al-Lathif (Ibnu Zhahirah)
Akhbar Makkah (Al-Fakihi)
Wafa al-Wafa (As-Samhudi)

Mengapa mengunjungi tempat ini
Ketika Anda berdiri di depan Al-Syubaikah, saudaraku, menangislah. Menangislah untuk:

Anak-anak perempuan tak berdosa yang dikubur hidup-hidup oleh ayah mereka sendiri pada masa Jahiliyah
Sumayyah binti Khabbat رضي الله عنها yang pertama kali menumpahkan darahnya demi agama ini
Yasir suaminya, yang meninggal di bawah siksaan
Semua orang tanpa nama dari suku-suku Makkah yang namanya tidak tercatat dalam buku-buku tetapi yang setiap tarikan napasnya diketahui Allah

Di sinilah, di dekat tanah ini, cahaya Islam datang menerangi kegelapan yang mutlak. Di sinilah Al-Qur'an diturunkan untuk mengakhiri penguburan anak perempuan hidup-hidup, untuk mengangkat budak di atas tuannya, untuk menjanjikan surga kepada seorang perempuan tua yang disiksa.
Bacalah Surah At-Takwir di depan pemakaman ini. Renungkanlah ayat 8-9. Menangislah untuk anak-anak perempuan itu. Dan bersyukurlah kepada Allah yang telah mengutus Muhammad ﷺ untuk mengakhiri semua kengerian itu.

Semoga kedamaian Allah tercurah atas Sumayyah binti Khabbat — syahidah pertama, atas Yasir, atas 'Ammar, dan atas semua jiwa tak berdosa yang terkubur di tanah ini.
Semoga shalawat dan salam Allah tercurah atas Rasul-Nya Muhammad ﷺ yang membawa martabat bagi kaum perempuan dan kaum tertindas.

📍 Koordinat GPS

21.422428, 39.826079