Dzul Majaz adalah salah satu dari 3 pasar musiman besar di Arab pra-Islam, bersama 'Ukazh dan Majannah. Pasar ini diadakan setiap tahun di sebuah lembah sekitar 30 km di sebelah timur Makkah, 8 hari sebelum haji.
Pasar ini adalah tempat perdagangan antarsuku, lomba syair (mu'allaqat), pembacaan karya sastra di depan umum, serta pertukaran budaya dan politik.
Ibnu Hisyam · As-Sirah · Thabari
Pada tahun-tahun awal Islam di Makkah, Nabi ﷺ mendatangi pasar-pasar ini untuk mendakwahkan Islam kepada suku-suku Arab yang datang dari seluruh penjuru jazirah.
Thariq bin Abdullah al-Muharibi رضي الله عنه meriwayatkan:
> "Aku melihat Nabi ﷺ di Dzul Majaz ketika aku masih muda. Beliau mengenakan jubah merah dan berseru: 'Wahai manusia, ucapkanlah: Tidak ada tuhan selain Allah, niscaya kalian beruntung.' Dan di belakangnya, seorang laki-laki [Abu Lahab, pamannya] melemparinya dengan batu hingga kedua tumitnya berdarah. Ia berkata: 'Wahai manusia, jangan taati dia, dia pendusta!'"
Mustadrak Al-Hakim · Musnad Ahmad (sanad sahih)
Peristiwa ini menunjukkan permusuhan yang gigih dari Abu Lahab, paman Nabi ﷺ, yang mengikutinya ke pasar-pasar untuk mendiskreditkan pesannya. Allah melaknat Abu Lahab dalam Al-Qur'an:
> "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh binasa dia!"
QS 111:1 (Surah Al-Masad)
Beberapa keislaman yang penting terjadi di pasar-pasar ini. Situs ini kini merupakan peninggalan arkeologi. Ia menjadi saksi budaya pra-Islam (jahiliyah), upaya dakwah Nabi ﷺ, dan permusuhan awal kaum Quraisy.