Al-Jumrah as-Sughra ("tugu kecil") adalah salah satu dari 3 tugu yang dilempari para jamaah haji di Mina selama hari-hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Ketiga tugu itu adalah: Al-Jumrah as-Sughra (tugu kecil, yang pertama dikunjungi), Al-Jumrah al-Wustha (tugu tengah), Al-Jumrah al-Kubra atau al-Aqabah (tugu besar).
Ritual ini mengenang ujian Ibrahim عليه السلام: ketika Allah memerintahkannya menyembelih putranya Isma'il, setan mencoba 3 kali untuk memalingkannya dari ketaatannya. Ibrahim melemparinya dengan 7 batu setiap kali.
Thabari · Tafsir · Tradisi Islam yang disepakati
Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan:
> "Ketika Ibrahim عليه السلام diperintahkan melaksanakan manasik, setan menampakkan diri kepadanya di tempat jumrah. Ibrahim melemparinya dengan 7 batu, dan setan pun terbenam ke dalam tanah. Lalu ia menampakkan diri di jumrah kedua, dan Ibrahim melemparinya dengan 7 batu. Lalu di jumrah ketiga, dan Ibrahim melemparinya dengan 7 batu."
Shahih al-Bukhari · Thabari
Jamaah yang melempar 7 kerikil di setiap tugu secara simbolis mengulangi penolakan Ibrahim terhadap setan. Nabi ﷺ bersabda:
> "Tawaf mengelilingi Baitullah, sa'i antara Shafa dan Marwah, serta lempar jumrah disyariatkan hanyalah untuk menegakkan zikir kepada Allah."
HR. Abu Dawud no. 1888 · Tirmidzi no. 902
Selama hari-hari Tasyrik, para jamaah melempar secara berurutan: Sughra (kecil) — Wustha (tengah) — Aqabah (besar). Total: 21 kerikil per hari × 2 atau 3 hari.
Pemerintah Saudi telah mengubah total kawasan Jamarat sejak tahun 2000-an: jembatan 5 tingkat, tugu-tugu yang diperpanjang menjadi dinding, kapasitas 300.000 jamaah per jam, pendingin udara di bawah jembatan.