Masjid Al-Ijabah di Makkah adalah salah satu masjid tertua di kota suci, dibangun sekitar tahun 3 H (624 M). Masjid ini terletak di kawasan Al-Muhassab (kini disebut Al-Ma'abadah), antara Masjidil Haram dan Mina.
⚠️ Jangan dikelirukan dengan Masjid Al-Ijabah di Madinah (yang juga disebut Masjid Bani Mu'awiyah), yang merupakan masjid berbeda dengan sejarah yang berbeda.
Kisah Khadijah رضي الله عنها
Sebelum masa kenabian, kawasan ini adalah tempat pertemuan antara Nabi Muhammad ﷺ dan istrinya Sayyidah Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها.
Selama masa khalwat spiritual Nabi ﷺ di Gua Hira (Jabal Nur), beliau tinggal di sana bermalam-malam penuh untuk bertafakur. Khadijah رضي الله عنها, yang sangat terikat kepadanya, secara rutin membawakan makanan dan perbekalan untuknya.
Lokasi masjid ini berada di tengah-tengah antara:
Rumah mereka di kawasan Bani Hasyim
Gua Hira di Jabal Nur
Di sinilah Khadijah رضي الله عنها menemui suaminya tercinta, menunjukkan dukungannya yang tak tergoyahkan selama saat-saat tafakurnya dalam kesendirian.
Sumber-sumber sejarah · Tradisi Makkah
Salat Nabi ﷺ di tempat ini
Nabi ﷺ salat di sini beberapa kali pada momen-momen penting misinya:
1. Selama pemboikotan Quraisy (616 M / 5 SH)
Selama pemboikotan ekonomi yang dijatuhkan Quraisy terhadap Nabi ﷺ, keluarganya (Bani Hasyim), dan kaum Muslim pertama, Nabi ﷺ salat di tempat ini. Selama 3 tahun (616-619 M), kaum Muslim dibiarkan kelaparan, terisolasi di kawasan Syi'b Abi Thalib. Namun Nabi ﷺ terus salat dan berseru kepada Allah.
2. Hari Penaklukan Makkah (8 H / 630 M)
Pada hari Fathu Makkah, setelah memasuki Makkah dengan kemenangan, Nabi ﷺ salat di kawasan ini. Hal ini menunjukkan pentingnya tempat ini secara spiritual baginya — tempat yang terkait dengan kenangannya bersama Khadijah, yang wafat 11 tahun sebelumnya pada tahun 619 M.
3. Selama Haji Wada' (10 H / 632 M)
Pada haji terakhirnya, beberapa bulan sebelum wafatnya, Nabi ﷺ juga singgah di sini untuk salat.
Tradisi Makkah · Akhbar Makkah
Nama "Al-Ijabah" (Pengabulan)
Nama "Al-Ijabah" berarti "pengabulan" atau "jawaban" (dari akar kata Arab ajāba: mengabulkan). Nama ini mengisyaratkan diterimanya oleh Allah doa-doa dan salat yang dilakukan di tempat suci ini.
⚠️ Catatan penting: Meskipun namanya sama dengan Masjid Al-Ijabah di Madinah (tempat terjadinya hadis 3 doa), kedua masjid ini berbeda dan memiliki sejarah yang berbeda.
Arsitektur modern
Masjid aslinya telah dirobohkan dan dibangun kembali dengan gaya modern. Kini luasnya sekitar 400 m² dan mencakup:
Sebuah kubah utama
Sebuah menara
Fasilitas wudu di luar
Sentuhan akhir marmer berwarna (renovasi tahun 2001 / 1422 H)
Makna spiritual
Masjid ini menjadi saksi:
Cinta yang mendalam antara Nabi ﷺ dan Khadijah رضي الله عنها
Dukungan tanpa syarat seorang istri kepada suaminya dalam misi spiritualnya
Keteguhan Nabi ﷺ menghadapi berbagai ujian (pemboikotan, pengasingan, penganiayaan)
Kesinambungan antara salat-salat sebelum turunnya wahyu dan salat-salat setelah Fathu Makkah