JABAL AL-ASAFIRIN (DUA GUNUNG PUTIH/KUNING)
Gunung burung-burung.
Sebuah bukit di pinggiran kota
Jabal al-Asafirin — “Gunung Burung-Burung” — adalah sebuah bukit batu yang terletak di pinggiran Madinah. Namanya berasal dari burung-burung yang dahulu bersarang di celah-celahnya.
Ini bukan gunung terkenal seperti Uhud atau Sal'. Tidak ada hadis sahih yang berkaitan dengannya. Namun ia merupakan bagian dari topografi sakral yang tersebar di Madinah — tempat-tempat yang pernah dilihat Nabi ﷺ, dilalui beliau, atau tertangkap oleh pandangan beliau.
Mengapa gunung ini penting
Gunung ini penting karena berada di dalam batas Tanah Haram Madinah, yang ditetapkan Nabi ﷺ sebagai “antara 'Ayr dan Tsaur”. (HR. Bukhari no. 1867 · HR. Muslim no. 1370)
Setiap batu, setiap celah, setiap burung, setiap embusan angin di dalam batas ini berada di bawah perlindungan Nabi. Berburu dilarang di sana. Menebang pohon dilarang di sana. Sekadar berjalan di sana dengan penuh hormat adalah wujud iman.
Jabal al-Asafirin adalah bagian dari tanah suci ini.
Catatan kejujuran
Jabal al-Asafirin tidak memiliki kisah kenabian secara langsung. Nilainya semata-mata terletak pada keberadaannya di dalam Tanah Haram Madinah. Visite Arabie menyajikannya sebagai titik geografis sekunder tanpa mengarang tradisi apa pun.